Startup Waste4Change Kumpulkan Pendanaan dari Agaeti, SMDV, dan East Ventura

Operator sistem pengelolaan sampah (Waste4Change)
Operator sistem pengelolaan sampah (Waste4Change)

Sampah menjadi masalah utama dari manusia. Memang, dalam hal pengolahan sampah, kita bisa mempercayakannya pada petugas kebersihan serta petugas dari TPS (Tempat Pengolahan Sampah). Akan tetapi, tanpa kontribusi dari masyarakat, hal itu tak ubahnya memindah sampah dari satu tempat ke tempat lainnya saja.

Jika itu yang terjadi, bukankah TPS tak layak untuk benar-benar disebut sebagai “tempat pengolahan”? Lalu, bagaimana itu aksi pengolahan sampah yang baik dan benar? Tenang, jika kamu merasa tak punya cukup waktu untuk menjalankannya, ada satu startup Indonesia yang sudah terbukti komitmennya.

Startup tersebut bernama Waste4Change. Perusahaan sosial ini sudah didirikan sejak tahun 2014. Misinya sederhana; ingin mewujudkan layanan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Layanan Waste4Change (Waste4Change)
Layanan Waste4Change (Waste4Change)

Lalu bagaimana caranya? Eits, tenang aja. Waste4Change sudah punya strateginya. Untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan mengubah ekosistem dari pengelolaan sampah yang diintegrasikan teknologi.

Strategi tersebut, oleh perusahaan, diaplikasikan dalam beberapa layanan. Layanan-layanan dari perusahaan sosial ini antara lain sistem manajemen sampah untuk bisnis, pengangkutan dan daur ulang sampah (Zero Waste to Landfill), pengelolaan sampah anorganik, sistem daur ulang sampah, dan masih banyak lagi.

Dapat Suntikan Dana

Sistem pengelolaan sampah Waste4Change (Waste4Change)
Sistem pengelolaan sampah Waste4Change (Waste4Change)

Tujuan yang terbilang mulia dengan produk-produk layanan yang jelas dan terukur menjadikan Waste4Change mulai dilirik para pendana.

Hasilnya, hari Senin (09/03/2020) kemarin, startup Indonesia ini mengumumkan pendanaan resmi yang didapatkannya dari tiga lembaga ventura; yakni Agaeti, SMDV, dan East Ventura.

Terkait jumlah pendanaan yang berhasil dikumpulkan, perusahaan enggan membuka ke publik. Namun, Waste4Change founder dan CEO, Mohamad Bijaksana Junerosano menyampaikan jika dana yang berhasil dikumpulkan ini bakal dipakai startup untuk meningkatkan kapasitas dari fasilitas pengelolaan sampahnya sampai 2.000 ton per hari pada 2024 nanti.

“Selalin itu, kami juga berencana mengembangkan platform pengelolaan sampah untuk smart city,” terang Junerasono seperti dikutip dari rilis resmi perusahaan.

Peningkatan skala layanan perusahaan ini dirasa penting. Apalagi jika melihat kenyataan yang tengah dihadapi negara Indonesia.

Produk Waste4Changes indonesia (Waste4Change)
Produk Waste4Changes indonesia (Waste4Change)

Berdasarkan data yang dirilis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015 saja, 69% sampah Indonesia diketahui hanya berakhir di TPS saja.

“Sementara itu 23,5% dikelola secara ilegal dengan cara dibakar, dikubur, atau cuma dibiarkan berserakan saja. Sedangkan 7,5 % yang didaur ulang atau dijadikan pupuk kompos,” tulis perusahaan pada rilis yang ada di website resmi.

Oleh karena itu, startup Waste4Change berusaha untuk menyediakan sistem pengelolaan yang mampu memaksimalkan pemrosesan materai jadi materi daur ulang.

Nantinya, material daur ulang ini bisa mendukung circular economy, jenis kegiatan ekonomi yang berputar.

“Juga dengan mengedukasi masyarakat untuk memisahkan sampah serta meningkatkan kesejahteraan operator pengelola sampah dan pihak-pihak lain yang berperan seperti tengkulak sampah,” tulis perusahaan dalam keterangan resminya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like