Daftar Startup Pertanian Indonesia yang Sukses Mengumpulkan Investasi Besar

Ilustrasi startup pertanian di Indonesia (E27)
Ilustrasi startup pertanian di Indonesia (E27)

Sebagai negara agraris, pertanian jadi salah satu garda depan dalam penyelesaian pangan di Indonesia. Dan menyusul industri lain yang sudah terlebih dulu merangkul teknologi, kini kita sudah bisa menemukan beberapa startup pertanian di Indonesia.

Berdasarkan penelitian ekosistem startup berjudul “Indonesia Agritech 2019 yang dirilis E27, jutaan masyarakat Indonesia masih menggantungkan penghidupannya dari sektor pertanian.

Startup Agritech (Tech Crunch)
Startup Agritech (Tech Crunch)

Sedangkan kemunculan startup pertanian seperti iGrow, 8villages, Pantau Harga, dan Eragano; terbilang sukses menggeser ketergantungan masyarakat dalam hal distribusi.

Dari sistem distribusi yang semula dipercayakan pada tengkulak dengan sistem ekonomi berasa kekeluargaan, menjadi sistem enterprises yang metodenya lebih modern dan didukung struktur organisasi lebih ketat serta alat produksi yang lebih canggih.

Startup di Bidang Pertanian dengan Nilai Investasi Besar

Sebagian besar startup di bidang pertanian ini dibangun dengan asumsi yang serupa: ingin meningkatkan efektivitas sektor produksi.

Dan kini, menyambut industri yang tengah mendapat sorotan dari para modal ventura, tim Droila sudah merangkumkan beberapa startup agritech yang sukses mengumpulkan dana investasi bernilai besar.

TaniHub

Startup pertanian TaniHub (Tribunnews)
Startup pertanian TaniHub (Tribunnews)

Dibentuk pada tahun 2015, TaniHub menyediakan platform yang menghubungkan petadi dengan konsumen secara langsung. Kemunculannya menjadi salah satu disrupsi paling besar bagi industri agribisnis.

Bagaimana tidak, petani tak lagi membutuhkan bantuan tengkulak atau pihak ketiga agar hasil panennya sampai ke tangan konsumen. Menggunakan teknologi, petani bisa langsung tahu apa yang dibutuhkan pasar dan memenuhinya.

Sampai saat ini, TaniHub berhasil mengumpulkan total dana investasi sebesar USD10 juta. Dana tersebut didapat dari Golden Gate Ventura, Intudo Ventura, Openspace Ventura, DFS Labr, dan Alpha JWC Ventura.

Kedai Sayur Indonesia

Kedai Sayur Indonesia (Daily Social)
Kedai Sayur Indonesia (Daily Social)

Berkat teknologi, ibu-ibu Indonesia nggak perlu lagi keluar rumah dan memilih sayuran untuk dimasak. Semuanya bisa dilakukan lewat aplikasi Kedai Sayur. Aplikasi ini dikembangkan startup pertanian PT. Kedaisayur Indonesia.

Seperti namanya, aplikasi ini menjadi marketplace bagi semua pedagang sayur. Nggak cuma itu, aplikasi inijuga menyediakan layanan antar barang yang tentunya memudahkan para ibu-ibumilenial.

Startup Kedai Sayur menjadi salah satu startup di bidang pertanian yang paling dilirik. Sampai saat ini, perusahaan berhasil mengumpulkan total dana investasi sebesar USD5,3 juta. Adapun investor yang sudah menanamkan dananya antara lain East Ventura, Multi Persada, Triputra Grup, dan SMDV.

eFishery

Startup eFishery (MediaStartup)
Startup eFishery (MediaStartup)

Soal pangan nggak melulu dimonopoli produk-produk agraria saja. Produk perikanan pun juga dilirik banyak orang. Dan salah satu startup Indonesia yang fokus produknya pada dunia perikanan adalah eFishery.

Didirikan sejak tahun 2013, eFishery berupaya menciptakan inovasi dalam bidang akuakultur. Tujuan utamanya tentu saja menyediakan ketersediaan pangan dan menjadi solusi untuk mengatasi pelbagai masalah di dunia perikanan.

Ada tiga layanan utama yang disediakan; yakni eFisheryFeeder (pembiakan ikan), eFisheryFresh (jual hasil perikanan), dan eFisheryFund (pendanaan budi daya ikan).

Kini, eFishery sudah berhasil mendapat suntikan dana dengan total nilai USD5,2 juta. Adapun para investor yang terlibat antara lain Innoven Capital, Triputra Group, 500 Startups, Unreasonable Capital, Aqua Spark, Wavemaker Partners, Social Capital, GSMA Ecosystem Accelerator,  dan The Perase Lyonos Accelerator.

Eden Farm

Eden Farm (Tech Crunh)
Eden Farm (Tech Crunh)

Jika TaniHub dan Kedai Sayur berupaya menyambungkan petani dengan konsumen, Eden Farm lebih fokus pada distribusi sayuran segar ke restoran dan kafe di seluruh Indonesia.

Produk yang ditawarkan pun bermacam-macam; mulai dari buah segar, sayuran segar, sayuran hidroponik, produk-produk yang dikeringkan, sampai cabe dan bawang.

Kini, startup pertanian Indonesia ini sudah bekerja sama dengan puluhan restoran dan kafe yang berada di kota-kota besar Indonesia. Sedangkan nilai investasi yang berhasil dikumpulkan mencapai USD1,75 juta. Nilai tersebut berasal dari S7V, EverHaus, Soma Capital, Global Founders Capital, dan Y Combinator.

Crowde

Startup Crowde (Linkedln)
Startup Crowde (Linkedln)

Meskipun tidak banyak, namun jumlah petani-petani dengan skala produksi kecil ada banyak di Indonesia. Para petani ini biasanya menggantungkan penjualan pada tengkulak. Itupun dengan jumlah harga yang mudah dipermainkan pasar.

Melihat kondisi tersebut, Crowde pun didirikan. Startup pertanian Indonesia ini bertujuan menghubungkan antara petani berskala kecil dengan investor retailer lewat platform digital.

Agar petani mau bekerja sama, ada beberapa persyaratan yangharus dipenuhi. Antara lain seperti ukuran lahan kurang dari 0,5 hektar sertapetani tradisional yang nggak mampu mengakses pinhjaman modal dari bank.

Kini, Crowde sudah mengumpulkan dana investasi sebesar USD1juta. Dana tersebut diperoleh dari Mandiri Capital, STRIVE, dan Crevisse.

Sebenarnya, masih ada banyak startup pertanian di Indonesia yang sudah mendapat perhatian dari para pemodal. Hanya saja, karena nilai investasinya terbilang masih kecil dengan umur yang terbilang masih muda; penulis memutuskan untuk tak menyertakannya.

Untuk pembaca yang masih ingin mengetahui berbagai informasi terbaru seputar startup Indonesia, jangan lupa untuk selalu update website Droila, ya. Setiap minggu, akan ada satu artikel menarik mengenai dunia startup yang wajib kamu ikuti.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like