BerandaAplikasi dan GamesGredu, Startup Pendidikan Indonesia yang Baru Saja Dapat Pre-Series A: Pengin Meringankan...

Gredu, Startup Pendidikan Indonesia yang Baru Saja Dapat Pre-Series A: Pengin Meringankan Beban Guru!

Perusahaan startup pendidikan asli Indonesia yang fokus pada manajerial seklah, Gredu, baru saja mengumumkan pendanaan pra-seri A dari Vertex Ventures, ventura dari Singapura.

Menurut rencana, investasi ini bakal digunakan untuk mengembangkan aplikasi Gredu sehingga seluruh fiturnya bisa berfungsi optimal sesuai dengan sistem pendidikan Indonesia.

Dibentuk pada tahun 2016, Gredu bertujuan membantu kerja administratif guru; contohnya seperti mengisi dan menilai lembar presensi murid, mengumpulkan laporan harian, mengumpulkan detail silabus, serta mengatur jadwal mengajar.

Tim Founder Gredu Indonesia (KataData)
Tim Founder Gredu Indonesia (KataData)

Dalam keterangan resmi yang dilansir dari E27, misi dari perusahaan pendidikan ini sejalan dengan visi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim saat pidato di Hari Guru 2019 lalu.

Dalam pidatonya, Nadiem menyebutkan bahwa tenaga guru yang seharusnya bisa difokuskan pada murid untuk membantunya mengejar ketertinggalan, terpaksa gagal dilaksanakan akibat menghabiskan waktu untuk tugas-tugas adminstratif.

“Komitmen kami adalah menawarkan solusi untuk digitalisasi lingkungan sekolah yang mana bisa berdampak pada proses belajar dan mengajar yang lebih efisien, efektif, dan transparan,” ungkap Rizky Anies, CEO Gredu, dilansir dari E27.

Tentang Perusahaan Startup Gredu Asia

Aplikasi Gredu (Kumparan)
Aplikasi Gredu (Kumparan)

Gredu membangun sistem manajerial terpusat untuk guru, orang tua murid, dan siswa dalam bentuk aplikasi yang terpisah. Sebelumnya, selama proses pengembangan, Gredu juga menyediakan layanan teknis.

Menurut uraian Rizky, sistem ini bisa diadaptasi ke dalam kurikulum sekolah dan bisa membantu mengurangi pemakaian kertas secara signifikan.

Dengan aplikasinya, Gredu juga mengajak orang tua murid untuk selalu memantau perkembangan anak mereka secara real time. Sedangkan lewat rekomendasi yang diberikan guru, orang tua diharapkan bisa lebih memahami dan membantu anak untuk mengeksplor potensi yang dimiliki serta membantu anak untuk menutupi kekurangannya.

Hingga kini, Gredu sudah bekerja sama dengan lebih dari 200 sekolah swasta dan negeri di Indonesia. Hampir 70% dari sekolah ini merupakan sekolah negeri yang tersebar di Banten, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Rencana Gredu untuk Pendidikan Indonesia

Ilustrasi Aplikasi Gredu (Sinar Harapan)
Ilustrasi Aplikasi Gredu (Sinar Harapan)

Dilansir dari KataData, startup pendidikan ini menargetkan 600 sekolah di seluruh Indonesia hingga akhir tahun ini. Dan pendanaan pra-seri A dari investor Vertex Ventures tentu bakal membuat rencana tersebut bisa diwujudkan.

Nantinya, perusahaan bakal menargetkan siswa dan sekolah; mulai dari Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Target 500-600 sekolah. Kami realistis dulu, mau menekankan bukan hanya lingkup sekolah, tetapi sampai nasional,” jelas Rizky ketika ditemui wartawan KataData di Jakarta, Senin (20/1).

Agar target ini terwujud, perusahaan bakal fokus menjalankan sosialisasi ke beberapa kota di Kalimantan, Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rate this post
A.A. Pribadi
A.A. Pribadi
Manunggaling kawula lan tekhnolokhi
ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Artikel Terbaik